Rabu, 23 Maret 2011

Sparing Partner

Cuyusika Vs Tapak Suci
Tapak Suci Vs Kera Sakti

Mudah2an Menghasilkan Yang positif
Dan Terus Terjalin Persahabatan di antara kita..
Amin...
mari sama-sama kita majukan persilatan di Bumi Rasau Jaya...

Jumat, 18 Maret 2011

Persilatan Rasau Mulai Menggeliat

Alhamdulillah Persilatan Rasau Kembali menggeliat seperti Beberapa Tahun Lalu. saya masih ingat sewaktu saya SMA ada Kurang Lebih 5 Perguruan ada Di Rasau Aktif
PSHT
Cuyusika
Kera Sakti
Merpati Putih
Tapak Suci
Macan Putih

Tapi dengan perkembangan Tren...
satu persatu beberapa Perguruan mulai vakum..
Mungkin mulai tren tehnologi

tapi gak boleh menyalahkan Tren...
justru kita sebagai para pesilat harus bisa menyesuaikan Tren..

mungkin Juga Jargon PENDEKAR sudah Usang lagi sekarang dibawa untuk daya tarik menjadi pesilat. karena Hukum saat ini yang berbicara, sekali tonjok denda ratusan bahkan jutaan rupiah. jadi kurang menarik lagi predikat Pendekar itu, Karena Hukum yang bicara.

Alhamdulillah ....
Setelah vakum beberapa tahun belakangan, kawan-kawan pesilat mulai bersemangat kembali untuk mengembangkan persilatan di Rasau jaya. kemungkinan Prestasi yang jadi motivasi kita bersama. Memang semenjak didirikannya IPSI Cab Kuburaya Kesempatan memperoleh prestasi sangat terbuka lebar, berbeda dengan sewaktu saya sekolah dulu, biar samapi jontor-jontor gak ada memperhatikan.

Mudah-mudahan kita bisa bahu membahu untuk membawa nama rasau jaya ke dunia luar melalui SILAT.

Aminn...
Tetap semangat kawan-kawan PESILAT

Jumat, 31 Desember 2010

SELAMAT TAHUN BARU 2011 M

In Memory





Kenapa Pesilat Susah Sekali BERPRESTASI??

Berapa Kali kawan-kawan beladiri lain berkata pada saya(sedikit Mengolok)
Prestasi Silat Sudah Sampai Mana???

Saya Bilang sudah Sampai Level Provinsi

sambil ketawa Sinis mereka Bilang
Provinsi Ma Sudah Maenan Kami...
Nasional Donk...!!!!

sedikit Dongkol Saya Berargumen

kalau Bela Diri Laen
Pertandingan Cuma
1.Antar Kawan Perguruan
2.Antar Kabupaten
3.Nasional

Fasenya Singkat Sekali..
Mudah Sekali Tuk Sampai ke Nasional.

kalau silat
1. harus Menyisihkan Kawan Di Ranting Perguruan.
2. Harus menyisihkan Atlit satu Perguruan Dalam satu Kabupaten
3. Harus Menyisihkan Atlit-atlit lain dalam satu Kabupaten ( Kurang Lebih dalam satu Kabupaten Kubu Raya ada Sekita 15 Perguruan yang harus di kalahkan)
4. Baru Bicara Tingkat Provinsi
5. Nasional

Kesimpulannya :
-Untuk jadi atlit mereka hanya perlu menonjol di ranting. kalau silat kita harus menonjol di ranting dan harus menonjol di perguruan tingkat Kabupaten. karena kita harus mengalahkan dulu Ranting -ranting laen untuk bisa jadi Atlit mewakili Perguruan untuk bertanding di Level kabupaten.

-Bela Diri Laen hanya mengalahkan Kawan-kawan seperguruan mereka dari ranting laenuntuk sampai di di level Provinsi.
tidak ada perguruan laen yang harus mereka kalahkan, bertanding dengan atlit laen yang punya karakter yang hampir sama akan lebih mudah, dari pada harus bertanding dengan 15 atlit yang punya karakter berbeda.
Sedangkan Pesilat harus Mengalahkan 14 Perguruan dengan karakter bertanding yang berbeda-beda Untuk Bisa tampil Di Provinsi( Luarrrr Biasaaa).


-Tampil di Provinsi Bela Diri Laen juga bertemu dengan Atlit dengan karakter yang sama, dengan Perguruan yang Sama.
Sedangkan Pesilat tidak bisa Di Baca lawan yang akan di hadapi dari perguruan mana dan punya karakter seperti apa...

Jadi Kawan Pesilat...
tetap Banggalah Kita meskipun Kita Cuma baru Bisa Berlaga Di Level Kabupaten.....
Apalagi Provinsi karena kita Pesilat Sudah Menyingkirkan Minimal 10 Perguruan.

Jaya terus Persilatan Indonesia....

Jumat, 24 Desember 2010

ISENG JAK...





Mau Mudah Jadi PNS, Jadilah Atlet Berprestasi

Sedikitnya delapan atlet berprestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan para atlet.

Kepala Sekretariat KONI Sultra Hasrat di Kendari, Senin 11/1 mengatakan, pengangkatan atlet menjadi PNS melalui seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) tahun 2009.

Delapan atlet yang sukses mengangkat harkat dan martabat daerah dan bangsa di berbagai jenjang kompetisi tersebut yakni atlet :
dayung sebanyak lima orang,
kempo (satu orang) dan
pencak silat (dua orang).

Pedayung rowing putra Moch Ali Darta yang saat ini menjalani pelatnas program atlet andalan (PAL) adalah penyumbang dua medali emas bagi kontingen Sultra pada PON XVII 2008 di Kaltim.

Meskipun Hamratin, Muslihun, Multi dan Minawati tidak masuk pelatnas persiapan SEA Games 2011 di Jakarta namun mereka diangkat jadi PNS karena sudah beberapa kali menyumbangkan medali bagi daerah ini, kata sekretaris PODSI Sultra Arifin L Godo.

“Atlet yang diusulkan menjadi PNS adalah yang berprestasi dengan tolok ukur yang telah menjuarai beberapa kompetisi yang diikutinya. Itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga maupun pemerintah daerah setempat,” katanya.

Sebelum pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tentang pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS, kata dia, Pemprov dan Pemkab se-Sultra sudah memprioritaskan atlet berprestasi untuk menjadi PNS, dan bagi mereka yang tidak menjadi PNS dibantu dengan modal usaha.

“Perhatian pemerintah terhadap atlet berprestasi bukan hanya diangkat jadi PNS, tetapi disediakan bonus Rp75 juta setiap medali emas, sehingga ada atlet dayung yang mengumpulkan bonus sampai Rp200 juta,” katanya.

Ia mengimbau atlet yang belum direkrut menjadi PNS agar bersabar karena tidak mungkin dilakukan sekaligus mengingat formasi PNS disesuaikan dengan tenaga keahlian/profesi yang dibutuhkan daerah.

Pelatih sepak takraw Sultra, Heriansyah mengharapkan pengangkatan PNS dan bonus dapat menjadi motivasi bagi atlet lapis kedua dan ketiga untuk memacu diri dalam berlatih.

Pemerintah sudah membuktikan kepedulian terhadap masa depan atlet sehingga diharapkan atlet lebih serius lagi berlatih dan bertanding,” kata Heriansyah.

sumber: berita2